Dengan campuran lada dan garam, kulit sensitif akan memerah.
|
|
Kulit bayi Ali Yakubov berlafal Al Qur'an (The Sun) |
|
VIVAnews - Tulisan Al Quran pada kulit bayi Rusia, Ali Yakubov, tidak dipercaya dokter sebagai keajaiban relijius. Tetapi kemungkinan dibuat dari campuran lada dan garam.
Salah satu yang meragukan fenomena itu adalah Ludmila Luss, seorang dokter lokal. Ia percaya tulisan Al Quran di kulit bayi itu dilakukan oleh kedua orang tua bayi tersebut.
“Kemungkinan orang tua bayi itu membuat iritasi kulit pada bayi itu dengan lada dan garam. Hal itu memicu pembengkakan kulit dan menimbulkan jejak merah berupa huruf Arab,” ujar Ludmila seperti dikutip harian Pravda.
Kulit semakin cepat merah jika bayi itu mengidap penyakit kulit sensitif. Penyakit ini hinggap di sekitar lima persen rakyat Rusia. Penyakit ini disebut urticarial dermographism.
“Beberapa orang mengalami kulit sensitif. Jika kamu menulis dengan tongkat kecil, sebagai contoh, tulisan itu akan segara muncul di permukaan kulit,” kata Ludmila.
Sementara, ulama di Kaukasus Utara percaya tulisan Quran di kulit itu merupakan keajaiban bayi itu.
Seperti diberitakan, seorang bayi di Dagestan, Rusia, baru-baru ini membuat tim dokter yang menanganinya kebingungan. Ali Yakubov, bayi berusia sembilan bulan itu memiliki keanehan pada sekujur kulitnya. Keanehan itu berupa tulisan Arab seperti ayat suci Al Qur'an berwarna merah di permukaan kulit.
Pada satu lengan bayi tertulis “Allah maha pencipta.”
• VIVAnews