|
|
Perempuan Palestina di antara puing bangunan di Gaza (AP Photo/Khaled Omar) |
|
VIVAnews - Ketua Komisi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (HAM), Navi Pillay, meminta Palestina dan Israel untuk menyelidiki dugaan kejahatan perang dalam serangan di Jalur Gaza akhir tahun lalu. Hal ini penting untuk kembali membangun kepercayaan dan mendukung perdamaian.
Dalam pertemuan Dewan HAM PBB mengenai Gaza, Pillay mengatakan seluruh konflik di Timur Tengah telah melanggar hukum internasional. Pillay juga khawatir pelanggar HAM akan dibiarkan tidak diadili. Namun, Pillay tidak menjelaskan lebih lanjut format apa yang harus diterapkan, apakah Israel dan Palestina membentuk penyelidikan sendiri-sendiri atau membentuk tim gabungan.
"Budaya impunitas terus menguasai wilayah yang diduduki dan di Israel. Untuk menghentikan itu, saya mengharapkan adanya penyelidikan yang imparsial, independen, dan efektif mengenai dugaan pelanggaran HAM dan hukum kemanusiaan," kata Pillay di hadapan 47 anggota Dewan di Jenewa, Swiss, Kamis (15/10) seperti dikutip laman The Malaysian Insider.
Pertemuan Dewan HAM PBB akan dilanjutkan hari ini. Para utusan negara anggota akan mempertimbangkan resolusi berkaitan dengan penolakan Israel untuk bekerja sama dengan tim pencari fakta PBB.
Tim yang dipimpin hakim Afrika Selatan Richard Goldstone tersebut menuding kelompok militan Hamas dan Israel sama-sama melakukan kejahatan perang dalam serangan di Gaza, akhir tahun lalu. Israel telah menolak tuduhan tersebut dan menyatakan laporan tim Goldstone berat sebelah.
• VIVAnews