Kerusuhan di Yerusalem
Polisi Tahan Pemimpin Gerakan Islam di Israel
Kerusuhan terjadi ketika 150 warga Palestina memprotes penutupan kawasan Haram al-Sharif.
Rabu, 7 Oktober 2009, 12:34 WIB
Umi Kalsum, Shinta Eka Puspasari
Dua wartawan meliput di suatu bukit dekat perbatasan Israel-Jalur Gaza (Xinhua/Yin Bogu)

VIVAnews - Polisi Israel menahan Sheikh Raed Salah, pemimpin gerakan Islam di Israel, tiga hari setelah kerusuhan di Yerusalem Timur, Selasa 6 Oktober 2009.

"Salah ditahan di Wadi Joz dan sedang dimintai keterangan," kata juru bicara Kepolisian Yerusalem Shmulik ben Rubi seperti dikutip laman stasiun televisi CNN.

Pada Minggu 4 Oktober 2009, kerusuhan terjadi ketika 150 warga Palestina memprotes penutupan kawasan Haram al-Sharif. Israel beralasan penutupan dilakukan untuk mengurangi kemungkinan kekerasan setelah sejumlah media Palestina mengimbau warga untuk datang dan melindungi kawasan itu.

Perwakilan pemerintah Palestina, Sabri Saidam menuduh Israel sengaja memancing konfrontasi dengan mengalienasi warga Palestina dan menutup akses mereka ke tempat suci Haram al-Sharif. "Israel juga mengizinkan penganut Yahudi mengunjungi masjid Al Aqsa," kata Saidam.

Kerusuhan menyebar ke Ras El-Amoud saat polisi berusaha membubarkan remaja Palestina dengan menggunakan gas air mata dan peluru karet. Para remaja tersebut membalas dengan melempar batu ke arah petugas keamanan.

Kepala negosiator Palestina Saeb Erakat menuding Israel sengaja memprovokasi warga Palestina di Yerusalem Timur. Israel, menurut Erakat, menyulut kerusuhan dan meningkatkan ketegangan dalam upaya menduduki Yerusalem Timur.

"Semuanya jadi lebih berbahaya karena proses perdamaian yang kredibel digantikan dengan pendudukan oleh Israel," kata Erakat. "Situasi ini sangat berbahaya dan saya khawatir kerusuhan ini akan menyebar karena Israel terus mengerahkan angkatan bersenjata mereka."

Pihak Israel belum menjawab tuduhan Erakat ini. Kawasan Haram al-Sharif, atau yang dikenal umat Yahudi sebagai Gunung Suci telah dibuka untuk Muslim berusia lebih dari 50 tahun dan Muslimah segala usia, namun ditutup untuk wisatawan.

• VIVAnews
 
komentar
okta
07/10/2009
Amerika only to be joke by israel. USA United Slave of AIPAC
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.


Berita Dunia Terpopuler