Dunia
Misi Budaya Indonesia
Kopi dari Tanah Batak Diperkenalkan di Eropa
Kopi itu bernama Singatoba karena terinspirasi ornamen rumah-rumah di sekitar Danau Toba
Jum'at, 4 September 2009, 08:28 WIB
Renne R.A Kawilarang

VIVAnews - Kopi Singatoba dari tanah Batak, Sumatra Utara, memulai debutnya di Ceko. Bertempat di Café Nespresso, Praha, Kamis 3 September 2009, peluncuran kopi tersebut dihadiri sejumlah wartawan media cetak dan elektronik serta para pecinta kopi di negeri Eropa Tengah itu.

"Kopi adalah salah satu produk unggulan Indonesia yang mampu bersaing dengan produk dari negara lain," kata Azis Nurwahyudi, diplomat Indonesia yang menyaksikan perkenalan Kopi Singatoba seperti yang dikabarkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Praha. Peluncuran kopi tersebut dibuka oleh Josef Voltr, manajer Café Nespresso.

Untuk lebih meyakinkan para penikmat kopi dan wartawan yang hadir, Petr Simecek warga Ceko yang pernah berkunjung ke Indonesia menceritakan pengalamannya berpetualang di perkebunan kopi di Sumatra dimana biji kopi tersebut berasal.

Sedangkan  Michaela Illikova, seorang ahli kopi, menjelaskan asal usul Kopi Singatoba dari cara panen sampai proses pembuatannya yang tidak saja khas tetapi juga unik.

"Biji kopi ini hanya dipanen oleh para perempuan, ditempatkan di keranjang anyaman, dicuci, kemudian dijemur di bawah matahari. Selain itu biji kopi ini juga diproses melalui fermentasi tanpa udara," kata Illikova.

Pihak Nespresso memberikan nama unik untuk kopi tersebut yakni Singatoba karena terinspirasi oleh hiasan ornamen yang ada pada rumah-rumah penduduk di daerah sekitar Danau Toba. Ornamen itu pula yang menjadi lambang kopi yang diproduksi oleh Nestle ini.

Cita rasa Kopi Singatoba, yang satu pak dijual sekitar Rp. 250.000, menjadi semakin nikmat karena pada saat peluncuran Café Nespresso menyediakan aneka makanan khas Indonesia seperti Nasi Goreng, Siomay Bandung, Gado-Gado, dan Tempe.

Sambil minum kopi yang beraroma kayumanis dan buah ini, para undangan juga dihibur dengan penampilan tarian Cendrawasih dan pameran aneka barang kerajinan khas Indonesia.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
   
Nama
Email
Komentar
 
  Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
 
 
  *Jika anda member Vivanews, silahkan  atau