|
VIVAnews - Para pemilik anjing di Shanghai patut waspada. Pasalnya, pemerintah kota dagang terbesar di China itu berencana melarang anjing ikut majikannya naik bus atau jalan-jalan di supermarket maupun pusat perbelanjaan (shopping mall).
Laman harian Shanghai Daily, Kamis 6 Agustus 2009, mengungkapkan bahwa rencana undang-undang (RUU) itu juga akan mengatur tempat-tempat umum mana saja yang boleh disambangi para anjing. RUU itu juga akan mengatur sanksi kepada pemilik anjing bila peliharaannya buang kotoran sembarangan atu menggigit orang lain.
Seorang anggota parlemen kota mengungkapkan bahwa dia dan para kolega tengah merumuskan RUU itu dengan Biro Keamanan Umum dari Pemerintah Kota Shanghai.
Sebenarnya pemerintah Shanghai sejak 1993 sudah memiliki aturan khusus bagi para anjing peliharaan. Namun aturan yang sudah dua kali diamandemen pada 1997 dan 2002 itu ternyata belum bisa meredam banyaknya keluhan masyarakat atas gangguan yang ditimbulkan para anjing - baik karena buang kotoran sembarangan maupun karena gigitan anjing yang rentan menulari penyakit rabies.
"Bila manajemen atas anjing tidak diperkuat, hewan-hewan itu mungkin tetap membawa kesenangan bagi pemilik, namun menimbulkan gangguan bahkan bahaya bagi masyarakat pada umumnya," kata Deng Zixin, anggota Kongres Rakyat Shanghai.
Di Shanghai, makin banyak orang memelihara anjing seiring dengan makin makmurnya perekonomian China dalam beberapa dasawarsa terakhir. Tahun lalu, polisi Shanghai menerbitkan 164.000 izin memelihara anjing.
Namun, pemerintah yakin bahwa tak sedikit warga yang punya anjing tapi tak mendaftarkannya ke pihak berwenang. Masalah yang muncul dari para anjing kian meresahkan masyarakat. Setiap tahun, lebih dari 10.000 warga jadi korban gigitan hewan gukguk itu.
"Pemilik anjing baru mendaftarkan lisensi kalau sudah ketahuan polisi," kata Wang Juan, pengurus Rukun Warga di distrik Luwan, Shanghai. Untuk mendapatkan lisensi memelihara anjing, warga harus merogoh kocek 2.000 yuan (sekitar Rp 2,9 juta) per tahun. Itu untuk tarif di kawasan pusat kota, Inner Ring Road. Sedangkan di kawasan Outer Ring Road, tarifnya lebih murah 1.000, sedangkan di pinggir kota hanya 100 yuan.
Tanpa ada lisensi, anjing yang bersangkutan tidak bisa menerima vaksin rabies.