Taktik langkah seribu si pencopet dengan mudahnya dihentikan oleh jurus taekwondo
|
|
Foto Penjara (AP Photo) |
|
VIVAnews - Penjahat biasanya paling alergi dengan polisi. Namun, di Roma, Italia, seorang penjambret justru berterimakasih kepada polisi yang telah menyelamatkan nyawanya dari amukan korban.
"Terima kasih, saya tadi dibantai," begitu tutur si jambret kepada polisi Carabinieri saat digelandang ke penjara Regina Coeli di Roma.
Kantor berita Italia, Ansa, mengungkapkan bahwa nasib apes pria 48 tahun itu bermula saat dia berupaya mencopet tas milik salah seorang anggota rombongan turis bermata sipit, yang ternyata berasal dari Korea Selatan, Minggu sore 2 Agustus 2009.
Saat itu, para turis Korea sedang mengagumi kemegahan Teater Marcellus, yang merupakan salah satu monumen bersejarah peninggalan Kekaisaran Romawi. Penjambret berhasil menggasak sebuah tas. Tak hanya itu, dia sempat menggertak dengan menodongkan sebilah pisau kepada korban agar tidak melapor.
Namun, gertakan pencopet veteran itu tak berhasil. Dia malah dihampiri oleh seorang pemuda yang ikut dalam rombongan turis itu.
Merasa sudah terancam, penjambret itu berupaya kabur sambil membawa tas jarahan. Namun, terlambat.
Taktik langkah seribu si pencopet dengan mudahnya dihentikan oleh pemuda itu, yang mengerahkan jurus-jurus taekwondo - seni bela diri bangsa Korea. Tendangan bertubi-tubi pun mengarah ke wajah si begal.
Beruntung, pembantaian itu terhenti oleh polisi patroli. Enggan memperpanjang masalah, si pemuda merebut kembali tas jarahan dan mengembalikannya kepada korban. Sedangkan si pencopet, dengan perasaan bersyukur, melangkah pergi sambil diborgol polisi.
"Biasanya, korban akan minta tolong kepada polisi dan melaporkan insiden yang menimpanya. Namun, kali ini, si pencopet kena hajar sehingga menimbulkan cedera yang cukup serius," kata si polisi Senin lalu.
• VIVAnews