Ayatollah Jannati menuding Inggris berada di balik gelombang protes pasca-pilpres Iran.
|
|
Protes Pemilu di Iran (AP Photo) |
|
VIVAnews - Ketua Dewan Pertimbangan Iran Ayatollah Ahmad Jannati menyatakan sebagian besar dari pegawai Kedutaan Besar Inggris di Teheran akan diadili. Jannati juga menuding Inggris berada di balik gelombang protes pasca-pemilihan presiden Iran.
"Para pegawai lokal itu telah mengakui sejumlah hal dan akan diadili," kata Jannati dalam khotbah Jumat di Teheran, Jumat 3 Juli 2009.
Jannati tidak menjelaskan dakwaan yang akan dikenakan kepada para pegawai lokal yang ditahan pada 27 Juni tersebut. Jannati merupakan ulama garis keras yang dekat dengan pemimpin spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Unjuk rasa mewarnai Teheran dan kota-kota besar di Iran setelah komisi pemilihan menyatakan kemenangan telak calon incumbent Mahmoud Ahmadinejad dalam pemilihan presiden 12 Juni. Lawan terbesar Ahmadinejad, Mir Hossein Moussavi menuding ada kecurangan dalam pemilihan.
Kepolisian Iran mengatakan 20 pemrotes terbunuh selama aksi protes. Dalam khotbahnya, Jannati mengatakan tujuh atau delapan anggota milisi Basij juga tewas. (AP)
• VIVAnews