Perdagangan Saham di Asia
Investor Asia Cemaskan Pengangguran di AS
Di mata investor, naiknya tingkat pengangguran menunjukkan ekonomi AS belum membaik
Jum'at, 3 Juli 2009, 16:13 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Kegelisahan para pialang di bursa saham Tokyo (AP Photo/Katsumi Kasahara)

VIVAnews - Indeks harga saham di sebagian besar bursa utama Asia turun di akhir transaksi Jumat sore, 3 Juli 2009, akibat laporan buruk mengenai data pengangguran di Amerika Serikat (AS). Data pengangguran tersebut menunjukkan bahwa ekonomi AS belum membaik.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) jatuh 60,08 poin (0,6 persen) menjadi 9.816,07, dan indeks Hang Seng (Hong Kong) melemah 8,57 poin (0,1 persen) menjadi 18.168,44. Indeks acuan Australia jatuh 1,4 persen, dan indeks utama Singapura turun 0,9 persen.

Di Korea, indeks Kospi mengalami rebound hingga ditutup naik 0,6 persen. Indeks Sensex (India) juga menguat 0,4 persen dan indeks gabungan Shanghai (China) tidak mengalami banyak perubahan.

Optimisme akan ekonomi AS, pasar krusial bagi produk buatan AS, hancur setelah pemerintah AS mengatakan, 467.000 orang kehilangan pekerjaan pada Juni. Angka tersebut jauh lebih buruk dibanding angka 363.000 menurut prediksi ekonomi.

Angka tersebut menandai peningkatan pertama dalam pengurangan tenaga kerja sejak Januari, sekaligus mencetak tingkat pengangguran tertinggi sejak 1983, yakni sebesar 9,5 persen. (AP)

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.