Suara yang dideteksi Angkatan Laut Prancis dari Lautan Atlantik bukan dari kotak hitam.
|
|
Tim pencari Brasil menemukan kepingan pesawat Air France 447 (AP Photo/Brazil's Air Force) |
|
VIVAnews - Suara yang dideteksi Angkatan Laut Prancis dari Lautan Atlantik bukan berasal dari kotak hitam pesawat Airbus A330-200 milik Air France yang jatuh.
Sebelumnya, harian Prancis, Le Monde, memberitakan bahwa kapal AL Prancis mendeteksi sinyal dari perekam data penerbangan pesawat jet tersebut. Kapal selam kecil Nautile kemudian dikirim untuk menemukan kotak hitam di dasar lautan tersebut.
Namun, seperti dikutip dari laman stasiun televisi Sky News, Selasa 23 Juni 2009, seorang pejabat pemerintah Prancis mengatakan bahwa sinyal tersebut bukan berasal dari perekam data dan suara penerbangan. Dia mengatakan bahwa kotak hitam belum terdeteksi hingga kini.
Kotak hitam itu berisi informasi vital yang bisa menjelaskan penyebab jatuhnya pesawat Airbus A330-200. Kecelakaan pesawat dengan nomor penerbangan 447 itu menewaskan semua penumpang dan kru yang berjumlah 228 orang.
Radar yang dikeluarkan oleh kotak hitam dan dikenal dengan nama "pingers" mengirimkan gelombang listrik pendek tiap detik dan akan berlangsung sedikitnya selama 30 hari pasca jatuhnya pesawat.
Sinyal tersebut dapat terdengar dalam radius 2 kilometer. Pesawat jatuh dalam penerbangan dari Rio de Janeiro ke Paris pada 31 Mei lalu. Ini berarti, kotak hitam hanya akan mengirimkan sinyal hingga akhir Juni.
Kapal AL Prancis berperan dalam operasi pencarian, termasuk kapal selam nuklir yang dilengkapai dengan peralatan sonar. Selain itu juga kapal pencari dilengkapi dengan kapal selam berukuran kecil.
Sementara itu, hingga kemarin, pihak Brazil telah berhasil mengidentifikasi sebelas mayat yang ditemukan. Sepuluh di antaranya adalah warga Brazil, lima pria dan lima wanita. Satu mayat lagi berjenis kelamin pria dan bukan warga Brazil, tetapi belum diungkap asal negaranya.
• VIVAnews