Rayakan Ultah, Bush Senior Terjun Payung
Bush punya dua alasan terjun di usianya yang ke 85. "Ini sangat menyenangkan."
Sabtu, 13 Juni 2009, 11:44 WIB
Elin Yunita Kristanti
Terjun freefall (Antara/ Eric Ireng)

VIVAnews - Mantan Presiden Amerika Serikat, George Bush Senior merayakan ulang ke 85 dengan cara unik, sekaligus membahayakan untuk usia senjanya. Cara yang hampir sama saat merayakan ulang tahun ke 75 dan 80 tahun, melompat dari pesawat dari terjun bebas sebelum parasut mengembang dan mendarat dengan aman di dekat rumahnya.

Namun, ulang tahun kali ini sedikit berbeda. Pada Jumat 12 Juni 2009, Bush Senior memilih menjadi tandem penerjun handal, Mike Elliott. Meski predikatnya tandem, Bush tetap harus melompat dari ketinggian 10.500 kaki di atas tanah. Untungnya, pendaratan di halaman rumput Gereja St Ann berjalan mulus tanpa melukai sang mantan presiden.

"Sangat mengagumkan, ini sangat menyenangkan," kata Bus usai melepas parasutnya. "Saya tidak merasa telah melewati usia 84," lanjut dia, riang.

Bush mengatakan dia sangat menikmati melompat dari ketinggian. Saat mencapai usia 90 tahun nanti, dia akan mengulangi sensasi tersebut.

Ketika menjabat sebagai presiden, Bush keranjingan jogging, golf, memancing, dan main tenis. Makin tua, kegiatan Bush makin berkurang, tapi dia tak benar-benar berhenti.

Mengapa Bush nekat terjun? kepada para wartawan dia mengatakan selain ingin merasakan sensasinya, dia juga ingin membuktikan menjadi tua bukan berarti tak bisa aktif dan menikmati kegiatan mengasyikan.

"Hanya karena sudah tua, bukan berarti Anda hanya bisa duduk dan bengong di pojok ruangan. Pergilah keluar, nikmati hidup," kata ayah mantan presiden Amerika, George W Bush.

Jika Bush merasa yakin, penerjun yang ditandeminya, Elliott, justru khawatir. Tak hanya membawa orang tua, reputasi keluarga Bush yang moncer juga membuatnya ketar-ketir.

"Apa yang kami lakukan sangat berbahaya, banyak resikonya. Kami bangga bisa selamat dan menjalankan semuanya sesuai rencana," kata dia.

Penerjunan pertama yang dilakukan Bush dilakukan saat pesawat yang ditumpanginya tertembak di Lautan Pasifik tahun 1944, saat berlangsung Perang Dunia II.

(AP)

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.