|
|
Presiden Hamid Karzai diapit oleh kedua wakil presiden Afganistan (AP Photo/Musadeq Sadeq) |
|
VIVAnews - Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, memilih Mohammad Qasim Fahim untuk mendampinginya sebagai calon wakil presiden (cawapres) dalam pemilihan umum Agustus mendatang. Namun, pemilihan Fahim memicu kritik dari kalangan pegiat hak asasi manusia (HAM).
Pasalnya, Fahim merupakan panglima kelompok milisi Jamaah Islam yang terlibat dalam perang sipil di era 1990-an. Dia dituding melakukan kejahatan HAM bersama para pemimpin Jamaah lainnya.
"Karzai menghina negaranya dengan memilih Fahim," ujar direktur kelompok Human Rights Watch wilayah Asia Brad Adams, Senin 4 Mei 2009.
Fahim pernah menjadi wakil Karzai dalam pemerintahan transisi Afghanistan setelah penggulingan militan Taliban, 2001 lalu. Namun dalam pemilihan umum 2004, Karzai memilih Ahmad Zia Massood, saudara Ahmad Shah Massood yang tewas dibunuh kelompok al-Qaida, dua hari sebelum serangan 11 September 2001, menjadi wakilnya.
"Mengembalikan Fahim ke puncak kekuasaan akan mengawali kemunduran Afghanistan, dia masih diduga terlibat banyak aktivitas ilegal termasuk melindungi bandar narkoba dan kelompok kriminal dengan milisi bersenjata,' ujar Adams.
Popularitas Karzai menurun selama beberapa tahun terakhir karena kekerasan yang dilakukan militer dan korupsi di kalangan pemerintah. Namun belum ada kandidat presiden yang muncul menantang Karzai dalam pemilihan umum yang akan digelar 20 Agustus nanti. Kandidat dapat mendaftar sampai Jumat pekan ini.
Karzai mendaftar sebagai kandidat presiden pada Senin (4/5) sebelum meninggalkan Afghanistan menuju AS untuk bertemu presiden Barack Obama, presiden Pakistan Asif Ali Zardari. Mereka akan mendiskusikan masalah keamanan di Pakistan dan Afghanistan. (AP)
• VIVAnews