Ditetapkan Sebagai Penjahat Perang
Presiden Sudan Melenggang ke Luar Negeri
Padahal Omar al-Bashir telah ditetapkan sebagai tersangka penjahat perang
Senin, 30 Maret 2009, 10:27 WIB
Renne R.A Kawilarang, Shinta Eka Puspasari
Omar al-Bashir, (kiri) dan Emir Qatar, Sheik Hamad Bin Khalifa Al Thani (AP Photo/Amr Nabil)

VIVAnews - Presiden Sudan, Omar al-Bashir, mencoreng muka pengadilan internasional dengan tetap hadir di konferensi tingkat tinggi negara-negara Liga Arab di Doha, Qatar, Minggu 29 Maret 2009.

Pasalnya, Al-Bashir telah ditetapkan sebagai tersangka penjahat perang oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) yang berpusat di Belanda.

Sebelumnya al-Bashir diperkirakan tidak akan menghadiri pertemuan tahunan ini. Dengan kehadirannya, al-Bashir seakan menghina sekretaris jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Ban Ki-moon yang dijadwalkan akan membuka konferensi Liga Arab, Senin (30/3) ini.

Pekan lalu, al-Bashir juga berkunjung ke Mesir, Libia, dan Eritrea. Presiden Libia Muammar Qadafi menunjukkan dukungannya kepada al-Bashir dengan mengatakan perintah penangkapan ICC atas al-Bashir menunjukkan dualisme ICC dan merupakan teror negara maju.

"Jika hal [perintah penangkapan] itu dibiarkan, tentu kita juga harus melakukan hal serupa ke mereka yang menewaskan jutaan anak-anak di Irak dan Gaza," ujar Qadafi seperti ditulis harian Guardian edisi Senin, 30 Maret 2009.

Laman stasiun televisi BBC menulis bahwa kemungkinan besar al-Bashir memberanikan diri hadir di KTT Liga Arab tersebut karena Qatar tidak menandatangani Piagam ICC.

Seakan menegaskan keamanan al-Bashir, kedatangannya disambut pejabat-pejabat Qatar dengan pelukan dan ciuman di atas karpet merah di bandar udara Doha.

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.