|
VIVAnews - Presiden Sudan, Omar al-Bashir, mencoreng muka pengadilan internasional dengan tetap hadir di konferensi tingkat tinggi negara-negara Liga Arab di Doha, Qatar, Minggu 29 Maret 2009.
Pasalnya, Al-Bashir telah ditetapkan sebagai tersangka penjahat perang oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) yang berpusat di Belanda.
Sebelumnya al-Bashir diperkirakan tidak akan menghadiri pertemuan tahunan ini. Dengan kehadirannya, al-Bashir seakan menghina sekretaris jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Ban Ki-moon yang dijadwalkan akan membuka konferensi Liga Arab, Senin (30/3) ini.
Pekan lalu, al-Bashir juga berkunjung ke Mesir, Libia, dan Eritrea. Presiden Libia Muammar Qadafi menunjukkan dukungannya kepada al-Bashir dengan mengatakan perintah penangkapan ICC atas al-Bashir menunjukkan dualisme ICC dan merupakan teror negara maju.
"Jika hal [perintah penangkapan] itu dibiarkan, tentu kita juga harus melakukan hal serupa ke mereka yang menewaskan jutaan anak-anak di Irak dan Gaza," ujar Qadafi seperti ditulis harian Guardian edisi Senin, 30 Maret 2009.
Laman stasiun televisi BBC menulis bahwa kemungkinan besar al-Bashir memberanikan diri hadir di KTT Liga Arab tersebut karena Qatar tidak menandatangani Piagam ICC.
Seakan menegaskan keamanan al-Bashir, kedatangannya disambut pejabat-pejabat Qatar dengan pelukan dan ciuman di atas karpet merah di bandar udara Doha.
• VIVAnews