|
VIVAnews - Militan Islam yang dituduh berada di balik serangan Bom Bali 2002, Dulmatin, masih hidup dan saat ini bersembunyi di Filipina selatan. Sebelumnya, Dulmatin dikabarkan telah tewas.
Mayor Jenderal Juancho Sabban dari Angkatan Laut Filipina, Selasa 9 Februari 2010, mengatakan, pemimpin kelompok militan Jemaah Islamiyah (JI) tersebut tidak terbunuh dalam bentrok senjata tahun 2008 seperti yang diduga militer.
"Saya yakin, menurut informan saya, dia masih berada di Sulu," kata Mayjen Sabban kepada wartawan di Manila, Filipina, seperti dikutip dari laman Straits Times. Sulu adalah kepulauan di selatan Filipina di mana terdapat pulau Jolo yang menjadi markas kelompok militan Islam.
Mayjen Sabban juga mengatakan bahwa militan JI lainnya, Umar Patek, juga diduga kuat bersembunyi di Sulu. Dia dilindungi oleh Abu Sayyaf, kelompok ekstrimis muslim yang terkait dengan jaringan Al Qaeda.
Dulmatin diduga membantu melaksanakan rencana-rencana teror JI. Dia berperan dalam peristiwa Bom Bali I pada 12 Oktober 2002. Tak kurang dari 202 orang tewas dan ratusan orang lainnya terluka dalam ledakan di Paddy's Cafe dan Sari Club, Kuta, Bali.
Sebelumnya Dulmatin diduga terbunuh dalam serangan militer di selatan Filipina pada Januari 2008. Namun, tes DNA menunjukkan bahwa pria yang terbunuh saat itu bukan Dulmatin.
Patek dan Dulmatin sejak 2003 bersembunyi di pedalaman hutan Filipina bersama kelompok Abu Sayyaf. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menjanjikan hadiah US$10 juta atas informasi yang bisa membuat Dulmatin ditangkap. Sedangkan informasi yang bisa menuntun ke arah penangkapan Patek dihargai US$1 juta.