VIVAnews - Puluhan napi di Belgia sejak Jumat pekan lalu, 5 Februari 2010, telah pindah rumah ke Belanda. Rupanya aparat hukum Belgia terpaksa memindahkan para napi ke negara tetangga gara-gara penjara di negeri mereka sudah terlalu sesak untuk dihuni.
Laman stasiun televisi Deutsche Welle mengungkapkan bahwa Belanda kebetulan menawarkan Belgia untuk mengontrak bangunan penjara yang mereka miliki. Kebetulan, sel-sel di penjara Belanda banyak yang kosong.
Itulah sebabnya pemerintah Belgia memutuskan untuk menyewa 500 sel yang terdapat di kompleks penjara di kota Tilburg, Belanda. Sewa penjara itu sudah disepakati kedua pemerintah pada Oktober tahun lalu.
Maka, Belgia bersedia membayar Belanda 30 juta euro (sekitar Rp 385,6 miliar) per tahun untuk 500 kamar penjara di Tilburg. Ini setara dengan biaya sewa sebesar 164 euro (sekitar Rp 2,1 juta) per hari untuk setiap napi. Masa sewa berlangsung selama tiga tahun.
Sejak pekan lalu, Belgia sudah memindahkan 35 napi ke Belanda. Mereka berasal dari Lembaga Pemasyarakatan Worstel. Rombongan lain akan menyusul.
Saat ini, Belgia menahan 10.400 napi. Artinya, berdasarkan kapasitas penjara yang mereka miliki, Belgia kelebihan sekitar 2.000 napi.
Menurut Michael Dantinne, pengamat kriminologi dari Universitas Liege, seperti dikutip Deutsche Welle, banyaknya napi di Belgia akibat hukuman yang terlalu berat dan sulitnya para napi untuk mendapat pembebasan bersyarat. Selain itu, makin banyak orang yang ditahan sebelum menghadapi sidang pengadilan.