Kejahatan Perang Israel di Gaza
Majelis Umum PBB Minta Bentuk Tim Penyelidik
Keputusan Majelis Umum PBB ini tidak mengikat dan ditolak oleh AS karena dinilai tak adil
Jum'at, 6 November 2009, 15:20 WIB
Renne R.A Kawilarang, Shinta Eka Puspasari
Penduduk Jalur Gaza memandangi reruntuhan bangunan yang dibom Israel (AP Photo/Khaled Omar)

VIVAnews - Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) meminta Israel dan Palestina membentuk komisi penyelidik independen masing-masing untuk menelusuri dugaan kejahatan perang dalam konflik di Jalur Gaza akhir 2008 lalu.

Resolusi tidak mengikat ini sesuai dengan rekomendasi laporan tim pencari fakta PBB yang dipimpin hakim asal Afrika Selatan, Richard Goldstone. Majelis mengecam seluruh serangan yang menargetkan warga dan infrastruktur sipil di Gaza.

Majelis juga meminta Dewan Keamanan bertindak jika Israel dan Palestina tidak memulai penyelidikan dalam waktu tiga bulan. Majelis berharap Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon melaporkan hasil dan memberi rekomendasi setelah waktu tiga bulan berakhir.

Keputusan Majelis diambil melalui pemungutan suara yang dilakukan 192 anggota di Markas Besar PBB, Kamis 5 November 2009 waktu New York. Hasil akhir menunjukkan bahwa 114 negara mendukung penyelidikan dan 18 suara menolak. Amerika Serikat (AS) merupakan salah satu negara yang menolak dengan alasan resolusi tidak adil dan bias.

AS juga menyatakan resolusi ini akan menghalangi proses perdamaian Timur Tengah. "Kami mendukung pengadilan kejahatan kemanusiaan dan hak asasi manusia dalam konflik Gaza namunn laporan tim Goldstone berat sebelah terhadap Hamas," ujar wakil Duta Besar AS untuk PBB Alejandro Wolff seperti dikutip laman stasiun televisi CNN.

Duta Besar Israel untuk PBB Daniel Carmon mengatakan resolusi ini merupakan upaya menekan Israel di PBB. Carmon juga menilai resolusi ini akan menghalangi usaha menjalin hubungan diplomatik di Timur Tengah.

Laporan Goldstone yang dirilis pada 15 September itu menyatakan Israel menyerang warga sipil dengan sengaja, menggunakan kekuatan berlebihan, dan menghancurkan fasilitas publik selama menyerang Gaza. Laporan itu juga membeberkan bahwa Hamas menebar teror dengan menembakkan rudal ke Israel dan menyerang warga sipil.

Perwakilan Palestina untuk PBB Riyad Mansour berjanji akan meminta Majelis mengambil langkah tambahan. "Perjuangann baru dimulai hari ini, kami akan memastikan Israel mendapat hukuman setimpal," ujar dia.

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.


Berita Dunia Terpopuler