Konflik di Timur Tengah
PBB Bahas Laporan Kejahatan Israel di Gaza
Laporan itu menyimpulkan bahwa serangan Israel di Gaza sudah terencana dalam setiap fase
Kamis, 5 November 2009, 12:43 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Akibat Serangan Udara Israel di Jalur Gaza (AP Photo)

VIVAnews - Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperdebatkan "Laporan Goldstone." Laporan yang disponsori oleh PBB ini menyebutkan bahwa Israel melakukan kejahatan perang selama serangan militernya ke Jalur Gaza akhir 2008. Laporan Goldstone, yang juga menuduh Hamas melakukan kejahatan perang, sudah disahkan oleh Dewan HAM PBB.

Stasiun televisi al-Jazeera mengungkapkan bahwa sebanyak 43 anggota Majelis Umum PBB hari ini, Kamis 5 November 2009, dijadwalkan melakukan pemungutan suara atas usul kelompok negara-negara Arab anggota PBB dengan dukungan dari 118 negara anggota Gerakan Non Blok (GNB).

Resolusi tersebut, bila diterima, akan membuat Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon membawa laporan tersebut ke Dewan Keamanan PBB.

PBB telah meminta agar Israel dan Palestina menyelidiki tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dalam konflik bersenjata 22 hari di Jalur Gaza pada Desember dan Januari lalu.

Sebagian besar kritik dalam laporan yang disusun oleh tim pencari fakta pimpinan Richard Goldstone, seorang hakim Afrika Selatan, ditujukan kepada tindakan Israel selama serangan ke Jalur Gaza.

Organisasi HAM menyebutkan sekitar 1.400 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, tewas. Sedangkan menurut pemerintah Israel, 13 warga Israel, termasuk tiga warga sipil, terbunuh.

Riyad Mansour, pengamat Palestina untuk PBB, mengatakan bahwa laporan itu menyimpulkan bahwa serangan militer Israel sudah terencana dalam setiap fasenya, dengan sengaja melakukan serangan sistematis dan disproporsional bertujuan untuk menghukum, menghina, dan meneror penduduk sipil Palestina.

Mansour juga memperingatkan adanaya upaya dari Israel dan para pendukungnya untuk mendiskreditkan laporan PBB dan penulisnya tidak akan menghalangi negara-negara Arab untuk melanjutkan rekomendasi tersebut.

• VIVAnews
 
komentar
wong genah
05/11/2009
Yah, HAMAS pantas dihukum karena kejahatan perangnya merebut kembali tanahnya yang direbut oleh penjajah dan Israel harus kita bela karena mempertahankan diri dari serangan pemilik tanah yang mau mengambil kembali tanahnya yang dirampas Israel.(sing beneh karo gak beneh iki sopo)
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.