Transportasi di Jakarta Mirip Penyakit Kanker
Membenahi transportasi di Jakarta yang sarat dengan kemacetan memang tidak menyenangkan
semoga apa yang akan di hasilkan dari Enrique Penalosa PEMDA DKI bisa memahami dan jangan asal bikin seminar tapi hasilnya cuma buat ganjalan meja yang MIRING
buset!! bule ini tampaknya lebih peduli pada keadaan transportasi dan perencanaan kota kita daripada (pemerintah) kita sendiri.......
ayo teman-teman kita juga peduli pada kondisi kota kita. memanfaatkan transportasi masal dan menjaga ketertiban berlalu lintas
ok's banget nih jika bisa diterapin di Indonesia.
sebaiknya penggunaan mobil dibatasi tapi fasilitas angkutan publik di tambah dan dibenahi.
waw, analisanya jujur dan tajam.... coba kritiknya tentang pengendara mobil dan perbandingan MRT / BRT benar-benar dipikirkan dan di jalankan oleh PemKot DKI deh... berani nggak? toh PemKot udah nyontoh dari apa yg dia perbuat di Bogota..
mana janji "serahkan pada ahlinya" ?? udah berapa tahun neh bang kumis?
jakarta sudah habis! (iwan fals)
tanggap, cepat, & tepat adalah yang kita butuhkan dalam menanggapi problema ini. bravo Enrique
bagus juga! kapan ke jogja & kota2 padat lainnya?
waaahhh gimana kalo Pak. Enrique Penalosa jadi gubernur jakarta aja??hehehe...
jadi ingat kisah penalosa ini ketika guru kami mengadakan studi banding kesana, konsennya untuk masyarakat luar biasa, dalam waktu tiga tahun, bangunan termegah yang dia bangun di bogota bukanlah mal atau plaza tapi sebuah perpustakaan umum yang besar, mewah dan nyaman. dia juga memperbesar wilayah jalur pejalan kaki dan sepeda, dan meminimalisir pemanfaatan mobil pribadi. tapi tantangannya juga luar biasa, sampai-sampai mendapat ancaman pembunuhan oleh pihak-pihak yang dirugikan. kira2 bung fauzi bowo berani gak yah, bilang "NO" sama pemilik kendaraan pribadi dan mall-mall itu.
<< Kembali ke halaman artikel
Jika anda member Vivanews, silahkan
login, atau
Daftar ID anda.